Skip to content

Apa Itu GAPKI?

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) atau Indonesian Palm Oil Association (IPOA) didirikan pada 27 Februari 1981. Karena para pengusaha minyak sawit sadar bahwa mereka mesti dipersatukan di satu organisasi serta timbulnya perusahaan industri minyak sawit baru. Berawal dengan hanya mempunyai 23 perusahaan perkebunan sebagai anggotanya GAPKI yang terdiri perkebunan milik Pemerintah (BUMN), perusahaan perkebunan milik swasta nasional dan asing, serta petani sawit yang tergabung dalam koperasi.

Visi Kami

Mewujudkan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan sebagai sumber kesejahteraan.

Misi kami

• Mensinergikan pemangku kepentingan industri kelapa sawit nasional.
• Menjadi mitra pemerintah dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang kondusif bagi industri kelapa sawit berkelanjutan.
• Mendorong anggota untuk melaksanakan tata Kelola industri kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan.
• Menjadikan industri kelapa sawit Indonesia untuk dapat bersaing di dunia internasional.

Gapki bertujuan

1. Membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha kelapa sawit Indonesia, serta memadukan secara seimbang dan keterkaitan antar-potensi pengusaha kelapa sawit.

2. Mendorong terciptanya iklim industri kelapa sawit yang kondusif.

3. Membantu meningkatkan kemampuan anggota untuk mencapai industri kelapa sawit berkelanjutan.

4. Memfasilitasi dan melakukan advokasi dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh industri kelapa sawit.

5. Mengembangkan sinergi dengan pemerintah dan pemerintah daerah dalam penetapan kebijakan terkait dengan industri kelapa sawit.

Sebagian besar penduduk Indonesia yakni, 48-49% (tahun 2023) berada di kawasan pedesaan yang perlu ditingkatkan kesejahteraannya. Angkatan kerja terbesar berada dan bekerja di kawasan pedesaan/pertanian.

Kelapa sawit merupakan komoditas utama ekspor Indonesia. Nilai ekspor produk kelapa sawit sebesar US$ 39,28 miliar melampaui ekspor migas Indonesia senilai USD 1,38 Milyar (tahun 2022) dan jauh melampaui ekspor lima komoditas perkebunan utama Indonesia lainnya seperti karet, kakao, kopi, tebu dan teh.

Nilai ekspor minyak sawit Indonesia pada tahun 2022 mencapai US$ 39,28 miliar, atau naik lebih tinggi dari tahun 2022 sebesar US$ 35,5 miliar.

Sepuluh negara tujuan ekspor utama kelapa sawit Indonesia saat ini adalah China, India, USA, Pakistan, Malaysia, Belanda, Bangladesh, Mesir, Rusia dan Italia.

Sawit Sumbang Devisa 300 Triliun Untuk Negeri Ini.

Industri sawit Indonesia mencatat rekor baru dalam penyumbang devisa negara. Industri strategis nasional tersebut pada tahun 2022 menymbang devisa sebesar USD 39,07 miliar atau setara Rp 600 Trilyun. Rekor baru industri sawit tersebut makin mengukuhkan dirinya sebagai industri penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian Indonesia.

Harapan kedepan

Paradigma baru kelapa sawit sebagai komoditas penting bagi kesejahteraan petani kecil dan pencapaian SDGs, khususnya kepada negara-negara konsumen.

EnglishIndonesia